Program PAUD pertama kali dikenalkan sejak munculnya UU Sisdiknas no 2/2003. Pendidikan PAUD merupakan salah satu pendidikan Pra-Sekolah  selain TK/RA, Penitipan Anak, atau lembaga lainnya. Tentang deskripsi PAUD sendiri pernah saya tulis disini.

Susenas mulai mendata tentang pendidikan pra-sekolah sejak 2002, tetapi untuk informasi khusus PAUD bisa ditemukan sejak 2006 dan sampai 2009, dan rencananya tahun 2010 tetap ditanyakan.

Kenapa saya pilih NTT untuk studi ini, alasannya sich cuma karena aku hanya punya data NTT untuk tahun terbaru 2009 (Maklum belum mampu beli rawdatanya…mahal!). Walaupun sebenarnya NTT juga termasuk propinsi dengan kondisi sosial yang buruk dan pantas untuk dicermati.

Kalau melihat kondisi pendidikan anak 0-6 tahun di NTT, sekitar 800 ribu anak 0-6 tahun pada tahun 2007, dan terus menurun sehingga pada 2009 hanya 780 ribu. Walaupun dari segi kuantitatif menurun tetapi persen anak 0-6 tahun yang pernah/sedang mengikuti pendidikan Pra-Sekolah meningkat, dari 8.8% (2007) menjadi 13.8% (2009) sebuah perkembangan yang menggembirakan walaupun masih termasuk rendah untuk ukuran pendidikan anak usia dini. Baik di perkotaan maupun pedesaan menunjukan perkembangan yang sama, walaupun di perkotaan, anak 0-6 tahun udah lebih banyak menikmati pendidikan pra-sekolah. Alasannya jelas karena dari segi ekonomi, orang tua di perkotaan cukup mampu, kesadaran oran tua tinggi dalam hal pendidikan  dan akses ke pendidikan pra-sekolah juga lebih mudah.
Murid TK/RA Pindah ke PAUD

Tahun 2007 merupakan tahun yang baik untuk TK/RA dimana baik di Perkotaan maupun Pedesaan, banyak anak 0-6 yang sekolah disana. Sedangkan PAUD sendiri masih sedikit sekali. Tetapi lambat laun anak 0-6 tahun di Pedeaan mulai berpindah ke PAUD dibandingkan TK/RA, buktinya terjadi penurunan peserta pendidikan anak di TK/RA dari 81% menjadi 62% tahun 2009. Sedangkan untuk PAUD meningkat dari 7% (2007) menjadi 34% (2009) hampir meningkat 5 kali dalam kurun 2 tahun saja. Sedangkan PAUD untuk perkotaan cenderung constant dan TK/RA di perkotaan meningkat dari 75%(2007) menjadi 83% (2009).

Peningkatan ini kemungkinan besar karena ada program Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD) dimana kegiatannya meliputi peningkatkan layanan PPAUD bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, pembangun sistem PPAUD yang bermutu dan berkelanjutan, dan Melakukan pengelolaan, pemantauan dan penilaian program secara efektif.  Program berlangsung dari dari tahun 2007 hingga 2013. Anggaran yang diperlukan seluruhnya berjumlah U$ 127,74 juta terdiri dari dukungan pemerintah Pusat dan Daerah (U$ 34,94 juta), dana hibah Kerajaan Belanda (U$ 25,30 juta), serta pinjaman lunak dari Bank Dunia (U$ 67,50 juta).

Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 070/P/2006, ditetapkan 21 Propinsi dan 50 kabupaten yang menjadi daerah layanan PPAUD, termasuk Provinsi NTT untuk Kab. Timor Tengah Utara (TTU) dan Kab. Sumba Barat. Hal ini terbukti dengan melihat persen anak 0-6 tahun di kedua Kabupaten tersebut pada tahun 2009 yang mendapat pendidikan di PAUD sekitar 65% (TTU) dan 54% (Sumba Barat).

Sumber Data: Susenas 2007, 2008 dan 2009 – Badan Pusat Statistik
Download (Coming Soon)
Referensi: http://www.paud.depdiknas.go.id/index.php/tentang-kami/program/ppaud/50-program-ppaud

    Jika artikel ini menarik, kirim ke:
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Digg
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • Reddit
  • email
  • Print
  • PDF

Popularity: 3% [?]

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word