Sekarang ini di Indonesia muncul banyak kalangan baru yang menduduki posisi strategis di Pemerintahan maupun Legislatif. Posisi strategis bisa diidentikan juga dengan peningkatan status mereka, salah satunya status kesejahteraan mereka. Tunjangan pejabat negara sampai pemda salah satunya adalah rumah dinas dengan segala fasilitasnya. Saya akan coba lihat sisi lebih dalam dari rumah dinas, bukan dari segi fasilitas atau bagus tidaknya rumah dinas. Artikel ini akan lebih banyak melihat fungsi rumah dinas untuk anggota kelurga yang tinggal di dalamnya.

Berdasarkan data Susenas 2007 (paling baru) menunjukan temuan yang menarik, ternyata rumah dinas lebih banyak dihuni oleh anggota rumah tangga dibandingkan dengan rumah sendiri atau milik orang tua. Hal ini lebih terlihat di daerah perkotaan, walaupun begitu di pedesaan juga mempunyai pola yang sama.  Perlu diingat bahwa anggota rumah tangga terdiri dari kepala keluarga, istri/suami, anak, cucu, orangtua, pembantu, orang lain, sopir yang tinggal bersama di rumah tersebut dan makan dari rumah itu. Hal ini mungkin bisa dimaklumi kalau rumah Dinas lebih banyak dihuni orang. Dengan banyaknya fasilitas, kepala keluarga akan cenderung mangajak anggota keluraga lain untuk menikmati fasilitas tersebut. Dengan banyaknya anggota keluarga yang tinggal maka dibutuhkan pembantu rumah tangga yang makin banyak juga termasuk tenaga-tenaga yang akan membantu si empu rumah untuk pekerjaannya seperti sopir atau satuan pengaman.

Kenyamanan

Jika kita melihat segi kenyamanan tinggal di rumah dengan melihat luas lantai per orang (perkapita), maka bisa dilihat bahwa ternyata luas rumah dinas tidak terlalu lega bagi penghuninya. Luas lantai perkapita rumah dinas 15 m2 sangat kecil dibanding rumah sendiri. Hal ini sangat berhubungan dengan jumlah anggota rumah tangga yang banyak tinggal di rumah dinas. Jika kita melihat status rumah tinggal lainnya, seperti rumah sewa umumnya lebih sempit untuk penghuninya. Makin lega atau makin luas luas lantai rumah maka makin banyak aktivitas rumah tangga yang dilakukan & umumnya makin sehat, sehingga kualitas manusia yang tinggal disana akan lebih baik.

Jika kenyamanan dilihat dari sisi fasilitas rumah dinas, maka ada beberapa fasilitas yang ketersediannya lebih tinggi dibanding rumah lainnya. Misalnya saja, terdapat sekitar 20% rumah tangga yang tinggal di rumah dinas dengan fasilitas telepon, sedangkan untuk rumah milik sendiri hanya 13% yang memilikinya.  Kemudian sekitar 28% rumah tangga yang tinggal di rumah dinas memasak dengan listrik atau gas/elpiji, sedangkan rumah milik sendiri hanya 12% rumah tangga saja. Jika kita coba periksa kembali, ternyata rumah tangga di rumah dinas mempunyai perangkat komputer atau laptop yang lebih tinggi  (sekitar 15% rumah tangga) dibandingkan rumah tangga yang tinggal di rumah tinggal lainnya.

Itulah sekilas fakta tentang rumah tangga yang tinggal di rumah dinas dibandingkan dengan rumah tangga lainnya. Semua informasi berasal dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2007.

Popularity: 1% [?]

    Jika artikel ini menarik, kirim ke:
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Tumblr
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Technorati
  • blogmarks
  • FriendFeed
  • Blogosphere News
  • Yahoo! Bookmarks
  • Ma.gnolia
  • Reddit
  • email
  • Print
  • PDF
  • Unique Post

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>