Harian Kompas 10/12/2009 (lihat klipping) menuliskan artikel tentang buta aksara yang masih didominasi perempuan. Informasi ini diperoleh Kompas dari acara Temu  Nasional Aksara Membangun Peradaban, di Jakarta (8/12/09). Menurut Bapak Hamid Muhammad, Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal, Depdiknas menyebutkan penyandang buta aksara di Indonesia sebagian besar adalah perempuan, dimana 63% dari 7.7 juta penyandang buta aksara adalah perempuan usia 15 tahun ke atas. Berdasarkan data Depdiknas 2007, penyandang buta aksara terbesar berada di Jawa Timur dengan  2.19 juta perempuan buta aksara atau sama dengan 15.5% dari seluruh perempuan buta aksara di Indonesia.

Saya mencoba membandingkan informasi dari Susenas BPS, dimana saya bisa mendapatkan informasi tentang buta aksara disana. Dengan referensi tahun yang sama 2007, jumlah penduduk usia 15 tahun keatas yang tidak bisa membaca dan menulis huruf latin sekitar  14.9 juta dimana hampir 70% adalah perempuan. Jika kita melihat lebih jauh, ternyata gap buta aksara yang besar  antara perempuan dan laki-laki terjadi mulai umur 35 tahun ke atas. Sedangkan untuk umur dibawah 35 tahun, tidak ada perbedaan yang nyata dan angka buta aksara relatif kecil.

Statistik buta aksara ini ternyata mempunyai pola yang sama dengan penduduk yang tidak pernah sekolah, artinya umumnya orang yang tidak bisa baca karena dia belum pernah mengenyam pendidikan formal.

(Maaf Artikel ini masih akan diupdate)

Popularity: 2% [?]

    Jika artikel ini menarik, kirim ke:
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Tumblr
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Technorati
  • blogmarks
  • FriendFeed
  • Blogosphere News
  • Yahoo! Bookmarks
  • Ma.gnolia
  • Reddit
  • email
  • Print
  • PDF

Tags: , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>