Dalam artikel harian Kompas (Senin, 28/9/2009) yang berjudul Citra Satelit Penurunan Tanah Jakarta oleh Ashar Muda Lubis, menyebutkan bahwa permukaan tanah di DKI ambles sekitar 2 sampai 24 cm pada tahun 2007-2008. Penyebab penurunan tanah ini salah satunya adalah pengambilan air tanah secara berlebihan baik oleh rumahtangga, perumahan/apartement, mall, hotel dan aktivitas industri. Penyebab lainnya adalah perubahan lahan pertanian, taman dan lahan kosong menjadi perumahan, pertokoan dan perkantoran/industri, yang mengakibatkan air hujan tidak terserap sempurna oleh tanah.

Jika kita bandingkan dengan data rumahtangga pengguna air tanah (sumur bor, pompa, sumur biasa) sebagai seumber air minum di DKI Jakarta, maka rumah tangga di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur banyak menggunakan air tanah. Tahun 2007, ada 63% rumahtangga yang menggunakan air tanah, hampir sama dengan kondisi 2 tahun yang lalu (walaupun pada tahun 2006 terjadi lonjakan). Sedangkan Jakarta Timur 54%, menurun 1% dibandingkan 2 tahun yang lalu. Di Jakarta Pusat, cenderung meningkat sejak 2005 menjadi 17% saat 2007. Jakarta Barat yang mengalami penurunan 4% dari 16% (2005) menjadi 11% (2007), tetapi pengguna air tanah disini masih kecil dibandingkan Jakarta Selatan dan Timur. Sedangkan Jakarta Utara hampir tidak ada yang menggunakan air tanah, dan sebagian besar menggunakan air mineral atau leding. Ini baru penggunaan air sebagai air minum di rumah tangga, belum termasuk air untuk penggunaaan lainnya (cuci dan mandi) dan juga belum termasuk penggunaan air di kalangan industry/swasta yang sangat besar sekitar 240 juta meter kubik pertahun (detail).

Sedangkan perubahan lahan, jika kita lihat data desa/kelurahan di DKI dari Potensi Desa 2008 (BPS), maka di Jakarta Barat terdapat 17 kelurahan dari 56 kelurahan (30%) yang tanahnya sebagian dikonversi menjadi area perumahan (10 kelurahan), Pertokoan (5 kelurahan) dan Industri/Perkantoran (2 kelurahan). Sedangkan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur juga terdapat perubahan lahan menjadi area perumahan (Jaksel 11 kelurahan dari 65 kelurahan & Jaktim 13 kelurahan dari 65 kelurahan juga). Hal ini membuktikan bahwa rata-rata ada 27% kelurahan yang area-nya di konversi menjadi area perumahan, perkantoran/industry dan pertokoan yang kemungkinan besar menggunan sumber air tanah yang ada, apalagi dari data Susenas, rumah tangga di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur paling tinggi menggunakan air tanah sebagai sumber air minumnya.

Sumber: Artikel Kompas & Republika. Data Susenas 2005,2006, 2007 dan Potensi Desa 2008

Popularity: 2% [?]

    Jika artikel ini menarik, kirim ke:
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Tumblr
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Technorati
  • blogmarks
  • FriendFeed
  • Blogosphere News
  • Yahoo! Bookmarks
  • Ma.gnolia
  • Reddit
  • email
  • Print
  • PDF

Tags: , , , , ,

4 Responses to “Penyebab Menurunnya Permukaan Tanah di DKI Jakarta”

  1. wah… saya sedang ingin meneliti yang berhubungan dengan alam seperti itu…
    oy mas tolong saya kasih juga dasar- dasar teorinya juga yach…
    saya ingin menghubungkan dengan persepsi dan perilaku masyarakat jika penurunan tanah terjadi, terima kasih sebelumnya…

  2. @Arif, salam kenal.
    Saya sebenarnya bukan ahli ttg sumber air tanah seperti ini. Saya hanya mempunyai data yang berhubungan dengan penggunaan air tanah. Jadi maaf tidak punya info ttg teori yang Arif maksud. Tetapi dari segi penggunaan sumber air minum, jelas sekali kelompok menengah ke bawah banyak menggunakan air tanah (sumur, bor/pompa) sedangkan golongan kaya umumnya pakai PAM. Tetapi bisa jadi PAM itu berasal dari air tanah (mata air) tergantung sumber air daerah masing-masing.

  3. owh…
    sumur y? boleh juga…
    terima kasih mas andi…:)

  4. Mas, kebetulan saya akan meneliti tenatang pengaruh kenaikan pajak air tanah terhadap penggunaannya.
    Jika mas punya datanya harapannya saya bisa memperoleh data-data mengenai pengguna air bawah tanah di kawasan jakarta, serta jika ada besarnya air bawah tanah yang telah dikonsusmsi masyarakat. terima kasih

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>