endidikan SLTP di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat Tertinggal

NTT adalah salah satu propinsi di Indonesia yang termasuk miskin. Jumlah penduduk dibawah garis kemiskinan 27% tahun 2004, dan akan meledak menjadi 50% jika garis kemiskinan kita naikkan 25% saja. Walaupun bukan propinsi yang paling buncit dalam hal angka kemiskinan tetapi jika dilihat dari segi pendidikan SLTP-nya, NTT paling tertinggal termasuk dibandingkan dengan Papua.

Definisi dan Sumber Data
Angka Partisipasi Murni (APM) SLTP adalah angka yang menunjukan persentase anak (umur 13-15 tahun) yang sedang sekolah ditingkat SLTP sederajat terhadap jumlah anak usia 13-15 tahun.

Sumber data: diolah dari data asli Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 1993 sampai dengan 2004. Pada Susenas 2002, sample di Papua hanya diambil di Kota Jayapura.

Analisa Sederhana
Jika kita bandingkan APM NTT dengan APM Nasional maupun dengan APM propinsi tetangganya (NTB) maka bisa disimpulkan bahwa NTT sangat tertinggal, baik secara total maupun percepatan kenaikan APM tiap tahunnya. Dalam rentang 12 tahun, NTT hanya bisa mengangkat APM sekitar 17% (dari 26% ke 43%). Hal ini sangat berbeda dengan propinsi tetangganya yaitu NTB.


Sumber : Susenas 1993 s/d 2004 BPS
Catatan: Th 2002, Papua hanya disurvei di Kota Jayapura saja.

Jika kita lihat lebih jauh tentang APM NTT terutama berhubungan dengan kesempatan bersekolah untuk RT miskin, maka ada indikasi positif bahwa masyarakat yang berada di kelompok miskin (Kuintil 1 dan 2) ternyata APM SLTP makin meningkat sejak 1993 sampai 2004. Berbeda sekali dengan kelompok RT kaya. Perlu ada penelitian yang lebih lanjut untuk mengetahui Kenapa kelompok Miskin ternyata kesempatan bersekolah di SLTP meningkat (walaupun belum besar)?


Sumber : Susenas 1993 s/d 2004 BPS
Catatan: Kuintile (Q) adalah pengelompokan RT menjadi 5 kelompok berdasarkan pengeluaran perkapita RT tersebut. Q1 adalah kelompok termiskin dengan pengeluaan perkapita terkecil.

Jika Anda tertarik
Jika Anda tertarik dengan tulisan ini atau dengan sumber datanya, Anda bisa download di:

http://www.ziddu.com/download/2500118/APM3propinsi-kotadesa-kuintile.xls.html

dengan password excel: surakarta

Data sudah terupdate sampai 2005.

Popularity: 4% [?]

    Jika artikel ini menarik, kirim ke:
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Tumblr
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Technorati
  • blogmarks
  • FriendFeed
  • Blogosphere News
  • Yahoo! Bookmarks
  • Ma.gnolia
  • Reddit
  • email
  • Print
  • PDF

Tags: , , , ,

4 Responses to “Pendidikan SLTP di NTT sangat Tertinggal”

  1. dear andi,
    saya tertarik dengan informasi yang anda paparkan dan membutuhkan data-data lengkapnya. terima kasih

  2. Dear Yofly,
    Terima kasih atas waktunya baca artikel ini. Saya bisa berikan data tersebut dalam format excel. Tetapi akan lebih baik jika saya bisa tahu data ini untuk keperluan apa?
    Anda juga bisa contact saya via email di andidn@gmail.com.

    Salam Kenal
    Swastika Andi

  3. Dear Andi,
    Mau nanya..
    Bagmn caranya menentukan ukuran ruang sampel yang harus kita ambil datanya supaya percobaan kita valid? pake rumus apa?
    misalnya saya punya selada yang diberi perlakuan sebanyak lima perlakuan, berapa pengulangan yang harus saya lakukan agar data yang akan saya analisis valid?(pake rumus apa?
    makasih ya..
    sangat ditunggu replynya..

  4. Mbak Ratihqah,
    Terima kasih sudah mengunjungi blog saya.
    Kalau lihat permasalahan Mbak, percobaan mbak menggunakan perancangan percobaan karena menyangkut dengan 5 perlakuan pada faktor tertentu (jenis selada). Mbak tinggal menentukan rancangan apa yang digunakan apakah ranc. acak bebas, ranc. acak kelompok, split plot dsb, semua tergantung dari percobaan dan faktor2 yang digunakan. Untuk membangkitkan keragaman data maka diperlukan ulangan dalam tiap satuan percobaan. Namanya juga ulangan pasti lebih dari satu, biasanya minimal 3 supaya bisa memberikan dugaan nilai tengah yang baik. Saya tidak tahu pasti rumus menentukan ulangan yang efisien. Beda jika mau ngambil sampel survei, biasanya ada rumus supaya dugaan thd parameter bagus.

    Semoga Bisa membantu
    Salam

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>