Mungkin kita pernah dengar program catur warga/keluarga atau 2 anak cukup dari pemerintah jaman orde baru dan pemerintah sekarang. Apakah sekarang ini umumnya keluarga di Indonesia memang catur warga? Apakah ada beda diantara kelompok masyarakat?

Rata-Rata Jumlah Anggota Rumah Tangga

Konsep rumah tangga yang dianut oleh pemerintah (BPS) dalam pendataan adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan fisik dan umumnya tinggal bersama serta makan dari satu dapur. Yang dimaksud dengan satu dapur adalah bahwa pembiayaan keperluan pengurusan kebutuhan sehari-hari dikelola bersama-sama. Jadi bukan Kartu Keluarga (KK) acuannya.

Rata-rata jumlah anggota rumah tangga sejak tahun 1993 sampai 2007 mengalami penurunan dari 4.4 menjadi 4.0, jadi bisa diasumsikan dalam satu rumah tangga terdapat 4 anggota rumah tangga, sebagian besar Suami, Istri dan 2 anak.

Tetapi sepertinya penduduk miskin masih menganut banyak anak banyak rejeki, buktinya rata-rata anggota rumah tangga termiskin (20% termiskin) sekitar 4.7 sedangkan rumah tangga terkaya (20% terkaya) hanya 3.4. Sepertinya pemerintah harus sering sosialisasi program caturwarga untuk kelompok masyarakat miskin dari pada kelompok kaya.

Komposisi Anggota Rumah Tangga

Komposisi ini untuk melihat konsep keluarga, tidak hanya keluarga inti tetapi juga keluarga luas seperti kepala keluarga, pasangan (istri/suami), anak, menantu, cucu dan keluarga lain yang ada dalam satu rumah tangga. Kalau melihat grafik ini, tidak ada perubahan yang nyata untuk komposisi kepala keluarga dan pasangannya artinya tidak ada perubahan dalam hal komposisi antara suami dan istri, tidak ada pola kecenderungan menjadi single parent atau single household. Sedangkan yang menarik adalah proporsi anak di rumah tangga Indonesia, ternyata dari tahun 1993 ke tahun 2007 proporsi anak makin menurun, artinya jumlah anak di rumah tangga, secara rata-rata makin berkurang. Jika dihubungkan dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga, penurunan proporsi jumlah anak mempengaruhi rata-rata jumlah anggota rumah tangga.

Apakah ini menjadi indikasi keberhasilan pemerintah mengurangi jumlah anak setiap rumah tangga? Walaupun masih harus diteliti lebih detail, tetapi ini adalah indikasi awal bahwa memang penurunan jumlah anak di rumah tangga mengurangi rata-rata jumlah anggota rumah tangga secara nyata.

Sumber Data Artikel: Susenas 1993-2007, demografi.bps.go.id

“Anda bisa mendapatkan data proporsi komposisi rumahtangga ini dengan memberikan komentar di bawah artikel ini”

Popularity: 2% [?]

    Jika artikel ini menarik, kirim ke:
  • Facebook
  • MySpace
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Digg
  • Tumblr
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Technorati
  • blogmarks
  • FriendFeed
  • Blogosphere News
  • Yahoo! Bookmarks
  • Ma.gnolia
  • Reddit
  • email
  • Print
  • PDF

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>