Pada tahun 2006, berdasarkan data SUSENAS 2006 penduduk usia produktif 20-54 tahun yang berpendidikan terakhir SMA sederjat (SMA/SMK/MA) sekitar 25.2% dimana di daerah perkotaan lebih banyak lulusan SMA sederajat dibandingkan pedesaan.

Ditinjau dari kacamata dunia kerja, lulusan SMA sederajat ini sebagian besar bekerja sebagai buruh/karyawan. Artikel singkat ini akan sedikit mengulas perbedaan lulusan SMA, SMK dan Madrasah Aliyah (MA)  dalam dunia kerja. Secara keseluruhan, 17.9% penduduk usia 20-54 tahun merupakan lulusan SMA, 5.9% lulusan SMK dan 1.3% lulusan MA. Cukup masuk akal karena jenis sekolah pendidikan SMU lebih banyak dibandingkan kedua jenis sekolah atas lainnya.

Namun begitu, lulusan SMK ternyata lebih mudah mendapatkan pekerjaan (70.1%) dibandingkan SMA (60.2%) atau MA (60.5%), dan yang menarik lulusan SMA dan MA mempunyai kesempatan bekerja yang sama. Sebagian besar lulusan SMA sederajat bekerja sebagai buruh/karyawan, dimana lulusan SMK (44.3%) lebih besar dibandingkan SMA (32.6%) dan yang paling rendah adalah MA (23.3%). Kurikulum pendidikan SMK yang memang ditujukan untuk mengasah kemampuan ketrampilan dunia kerja ternyata berpengaruh dalam kemudahan mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Baik di Perkotaan maupun Pedesaan kondisinya tidak berbeda banyak.

Lulusan SMA yang termasuk bukan angkatan kerja (sekolah atau urus rumah tangga) banyak terdapat di perkotaan (30.4%) dibadingkan dengan pedesaan (22.6%), begitu juga dengan lulusan MA. Sedangkan untuk lulusan SMK tidak ada perbedaan antar kota-desa, tetapi lulusan SMK yang bukan angkatan kerja ternyata lebih rendah (17.4%) dibandingkan SMA (28.1%) atay MA (27%).

Jadi jika ada anak SMA atau MA yang tidak mau melanjutkan sekolah lebih tinggi maka kesempatan untuk mendapatkan kerja lebih kecil dibandingkan dengan lulusan SMK yang memang lebih ditonjolkan dalam pendidikan ketrampilan yang bisa diaplikasikan dalam dunia kerja.

Informasi Sumber Data

Sumber: Susenas 2006 BPS. Penduduk yang masuk dalam studi ini adalah penduduk Indonesia usia 20-54 tahun yang mempunyai ijazah terakahir SMA atau SMK atau Madrasah Aliyah. Angkatan Kerja adalah penduduk yang selama seminggu sebelum survei sedang bekerja atau bekerja tetapi sedang libur atau sedang mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan usaha, termasuk penduduk yang sudah menyerah mencari kerja atau sudah diterima kerja tetapi belum mulai kerja.

Tabel dan data diatas bisa di download secara gratis disini.

    Jika artikel ini menarik, kirim ke:
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Digg
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • Reddit
  • email
  • Print
  • PDF

Popularity: 54% [?]

Tags: , , , , , ,

38 Responses to “Lulusan SMK Lebih Mudah Dapat Kerja”

  1. Terimakasih Pak Andy telah memperhatikan surat saya. Membaca artikel ini menjadi mudah dimengerti jika SMK lebih diprioritaskan untuk dapat mengatasi pengangguran, karena relatif lebih mudah memperoleh pekerjaan. Namun data yang saya baca di harian kompas 22-08-2008 menunjukkan bahwa jumlah penganggur lulusan SMK semakin meningkat dari 2003 sampai Feb 2008, sementara penganggur lulusan SMA menurun. Barangkali ada ketidaksesuaian proporsi jenis spesifikasi/jurusan dengan yang dibutuhkan di dunia kerja. Saya sangat berterimakasih atas semua informasinya.

  2. Dalam studi ini saya menggunakan populasi 20-54 tahun yang merupakan usai produktif. Untuk usia dibawah 20 th mungkin harus dikeluarkan angkanya, bisa jadi lulusan SMK memang banyak yang cari kerja setelah lulus! Sepertinya Kompas menggunakan data Sakernas. Sedangkan kalau dilihat di tabel (harus download dulu), angka pengangguran terbuka untuk lulusan SMA/SMK/MA untuk usia 20-54 tahun menunjukan angka yang sama sekitar 12%. Lulusan SMA malah lebih banyak yang bukan angkatan kerja, bisa jadi mereka masih sekolah (perguruan tinggi)!

    Btw thanks utk komentarnya!

  3. Bener juga ya. jaman sekarang keahlian itu yg utama…. Ayo jangan ragu pilih SMK hehhehe

  4. Iya SMK sebenarnya bisa menjadi motor untuk mencetak generasi yang mandiri dimana mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Karena bagaimanapun peluang untuk masuk ke pasar kerja informal masih terbuka lebar. Walaupun saat ini masih banyak lulusan SMK yang kerja di formal sektor (Buruh). Ini juga menandakan bahwa lulusan SMK masih belum Pede untuk menciptakan usaha sendiri!

    Mungkin yang patut untuk di periksa kembali adalah lulusan SMK menurut umur karena siapa tahu untk fresh graduate SMK masih buruh tapi setelah agak dewasa mereka bisa usaha sendiri…ini mungkin harus dicek kembali!

  5. Memang Pak Andy …..pengalaman saya di Jepang….orang sana kebanyakan memilih keahlian dan pengalaman dari pada Ijazah…
    Bagus Infonya and mampir juga Ke Blog saya ya Pak..

  6. @Boku no Blog, trim udah sharing ttg pengalaman di Jepang. Pasti saya akan mampir!

  7. Kebetulan saya lulusan SMK, namun saya melanjutkan ke perguruan tinggi dengan harapan, nanti saya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

  8. @Tongkonan, saya hargai semangat Anda untuk terus belajar. Moga Sukses!

  9. aku masih kelas satu SMK NEGERI 1 SELONG aku ambil jurusan multimedia..
    gimana ya cara kita lebih mudah untuk mencari pekerjaan untuk lulusan jurusan multimedia??

  10. Saya pernah ke Balai Pengembangan Teknologi Pertanian di Aceh, dibagian ini ada yang namanya multimedia yang salah satu jobs-nya dalah membuat dokumentasi teknik pertanian, mungkin Mbak Dwi bisa mencoba kesana. Tapi era sekarang multimedia sepertinya tidak akan mati, yang penting Anda harus tetap kreative karena kekuatan di multimedia hal ini.

  11. maaf pak andi, kenapa bpk tidak mempertimbangkan bahwa banyak lulusan sma yg melanjutkan studi ke univ? jadi menurut saya, akan ada sampel selection disitu. so, hasil penelitian bapak kayaknya akan lebih falid jika mempertimbangkan sample selection.

  12. @Farul, terima kasih atas masukan yang bagus ini. Kayaknya ini akan menjadi artikel sendiri he he he.
    Saya sudah punya data th 2007, memang lulusan SMA yang melanjutkan ke pendidikan tinggi (D1 s/d S1) adalah 86% sedangkan SMK cuma 9% dan MA 5% dari total mahasiswa pendidikan tinggi tsb. Tetapi ternyata angka tidak meneruskan SMA ke pendidikantinggi (10%) lebih tinggi dibandingkan SMK (4%) … menarik bukan!

  13. @Farul, maaf pernyataan saya diatas masih membingungkan. Tahun 2007, Mahasiswa (D1 s/d S1) berasal dari lulusan SMA sebesar 86%, SMK 9% dan Madrasah Aliyah 5%.

    Tetapi ternyata dari lulusan SMA angka TIDAK meneruskan ke pendidikantinggi (10%) lebih tinggi dibandingkan lulusan SMK (4%) … menarik bukan!

  14. matur nuwun mas, sangat menarik.. kami tunggu artikel dengan data tahun 2007 nya.. btw, saya juga udah lama punya data 2007 (Susenas Kor) dapat dr seseorang di world bank yg mulanya akan saya gunakan utk data thesis saya yg temanya sama dengan artikel ini yakni comparing Voc educ n general educ. saya liat dari sudut rate of return, peluang dpt kerja, earning, and future earning.. tapi krn susenas 2007 kor ga ada info wage nya (ada di susenas modul)akhirnya saya pake data 2006 dan hasilnya (setelah considering sample selection dg heckman correction, dan taking into account gaji utk informal sector) sama dengan hasil mas andi.. yakni lulusan smk lbh mudah dpt kerja, RoR lbh besar, Future earning (trend gaji) yg selama ini diyakini sma steeper, tidak terbukti (tdk significant) dg data 2006. semoga bangsa kita tercinta ini bisa meningkatkan sdm nya menjadi lebih qualified dan bisa bersaing di tingkat internasional.. maju terus indonesiaku.. sukses mas andi.. salam dariku dari negeri penjajah.. londo…

  15. Salam kenal Mas/Dek Andi,

    Saya juga lulusan IPB, angk. 27, tp sekarang nyebrang ke bidang pendidikan.
    Mirip dg Mas Farul, sy sedang belajar di negeri “saudara tua”.
    Saya sedang menganalisis kebijakan pemerintah yg diterapkan dari th 2004, yaitu pembalikan rasio SMA dan SMK, menjadi 30:70, dan nyasar ke blog ini. Kebetulan disertasi sy ttg transisi kebijakan/konsepsi pendidikan menengah dari jaman londo sampe otda.
    Kebijakan 30:70 menjadi bahasan menarik antara saya dan professor, sebab di Jepang kondisinya berbalik, SMK tidak bertambah dan SMA semakin diperbanyak.Beberapa SMK juga dimerger, krn kesulitan pembiayaan dan murid. Gejala ini saya pikir ini krn konsep liberalisme yang mementingkan pengembangan sains dan teknologi dan pada era sputnik 1957, keinginan untuk memperdalam sains mendorong negara2 untuk memperbanyak jumlah SMA atau lebih mementingkan general ed drpd voc.ed, termasuk di Jepang.
    Muncul pula ide penggabungan SMA dan SMK (Sekolah terpadu) tp kurang populer.Yang berlangsung skrg adalah SMA dg kesempatan magang (internship) bagi siswa-siswanya, dan dibukanya course pilihan antara bekerja atau melanjutkan ke perguruan tinggi. (Saya pernah menulis ttg ini di blog).

    Data yang Mas Andi paparkan ataupun data dari Mas Farul sangat menarik. Kalau melihat sejarah pengonsepannya lulusan SMA memang diarahkan untuk lanjut ke PT, sdgkan lulusan SMK diarahkan u masuk dunia kerja. Saya menggunakan data kota Madiun sebagai sample analisa lulusan siswa pendidikan menengah(data th 2005). Dan memang prosentase langsung bekerja siswa SMK di Madiun rendah (sekitar 14%), 3.8% lanjut ke PT dan 82% dalam masa tunggu kerja atau bekerja mandiri. Adapun lulusan SMA yg lanjut PT sekitar 58%, bekerja 11%, dan 31% dg status menunggu kerja atau bekerja mandiri.Siswa SMK yg bekerja tsb tidak semuanya sesuai dg bidang keahliannya.
    Mengapa hal itu terjadi? Saya pikir karena kurikulum SMA lebih menawarkan pendidikan dasar dan ability untuk memecahkan masalah lebih baik drpd kurikulum SMK.Jika melihat kemampuan untuk berkembang, maka perusahaan akan memilih lulusan SMA ketimbang SMK.Tetapi ini juga pandangan kasar, sebab semestinya dilakukan analisa detil jenis2 pekerjaan yg ditawarkan. Barangkali untuk kasus di Madiun jenis pekerjaan yg tdk memerlukan keahlian khusus lebih banyak drpd pekerjaan tehnik/kejuruan.
    Sekarang sebagaimana target pemerintah, rasio SMK: SMA di tahun 2009 katanya sdh mendekati tujuan, 7:3.Saya pribadi meragukan kualitas SMK yg muncul dadakan tsb. Dikabarkan beberapa SMA swasta gulung tikar, dan dianjurkan berubah menjadi SMK.

    Beberapa kali kunjungan sy lakukan ke beberapa SMK di Jepang, dan yang menakjubkan adalah fasilitas pendidikan kejuruannya. Sebuah SMK Pertanian di prefektur Aichi bahkan memiliki rumah kaca mengalahi IPB (oya, saya lulusan budidaya pertanian), peternakan kuda bahkan areal pacuan kuda. Bahkan traktornya ngga bisa dibandingkan dg traktor yg saya pakai dulu waktu praktikum pengolahan tanah di Darmaga. Itu sekolah negeri yg sebagian besar siswanya disubsidi pemerintah. Pembiayaan pendidikan kejuruan di Jepang sebagian besar dibebankan kpd pemerintah daerah.
    Jadi sy masih meraba-raba tujuan dan dampak yg akan terjadi dg 70% SMK.
    Ditambah lagi dg kebolehan menerapkan wajar 12 tahun. Kajiannya mjd semakin kompleks dg konsep compulsory education di level SMA/SMK. Ide wajar 12 th pernah muncul di Jepang th 80-an, tp ditolak mentah2 oleh pakar pendidikan dan akhirnya tdk jadi dilaksanakan.
    Alasannya : negara tdk punya dana untuk mensubsidi penuh pendidikan menengah. Dan krn melanggar hak asasi anak yg ingin bekerja selepas SMP.

    Wah, maaf komentar saya jadi panjang sekali, sepanjang tulisannya Mas Andi :D
    Terimakasih atas data2nya yg free download. Berguna sekali.

  16. btw, apakah artikel ini (lengkapnya) pernah ditampilkan di sebuah jurnal?
    Jika ada, mohon pustaka lengkapnya untuk referensi.

  17. @Murni Ramli, senang berkenalan dengan Bapak apalagi kalau ada komentar yang berbobot ini. Banyak yang saya pelajari dari komentar ini. Diknas tahun ini pernah mengadakan semacam kompetisi SMK, dan memang dikatakan bahwa lulusan SMK adalah generasi siap kerja. Tapi saya jadi sedikit pesimis, karena SMK kan menitik beratkan ke kurikulum ketrampilan atau sering praktek, sedangkan alat-alat praktek itukan tidak murah…apa bisa semua SMK bisa menyediakannya. Jangan2 hanya teory saja yang diajarkan…kalaupun praktek hanya setengah2 atau hanya sekedar kulitnya saja. Ini baru praduga saya yang musti dibuktikan kebenarannya.

    Tapi saya dapat ide yang menarik dari komentar Pak Murni Ramli, untuk melihat lulusan SMA dan SMK menurut jenis pekerjaan yang digeluti saat ini. Mungkin saya akan lihat untuk usia muda untuk membatasi studi ini supaya kita tahu pekerjaan sewaktu lulus saja, takutnya jika tidak dibatasi, banyak usia-usia bapak-bapak yang sudah jadi direktur :-)

  18. @Murni Ramli, artikel ini murni untuk konsumsi blog saya saja. Saya belum punya waktu untuk nulis di Jurnal

  19. @Murni Ramli, maaf jika sebelumnya saya sebut Bapak, ternyata Ibu yach! Saya tahu setelah baca blog Ibu tentang Gender? Laki-laki harus Mengerti Perempuan http://murniramli.wordpress.co.....perempuan/

    Woalah! Maaf!

  20. setelah membaca artikelnya saya bisa menentukan sekolah lanjutan yang harus saya tuju………… mungkin SMK sekolah yang tepat untuk saya.thankz ya pak andi

  21. @Gabrel, makasih juga mau baca artikel saya

  22. pak andi saya masih bingung kalau lulus SMP Nanti sebaiknya lanjut kemana ya SMA atau SMK?
    bagaimana menurut pak Andi

  23. @Yudhi, begini saja…Adik tanyakan ke diri sendiri dulu, apakah ada minat menajadi enterpreneur (pengusaha) atau lebih suka dunia ilmu pengetahuan. Di SMK akan lebih banyak didik untuk bisa bertahan menjadi pengusaha (kecil/sedang/besar). Tapi kalau Adik punya minat ke dunia keilmuan (apa saja) sepertinya SMA lebih cocok.

  24. SMOGA SMK LEBIH BISA BERKARYA DAN MUDAHHH MNDAPATKN PEKRJAAN YANG LAYAKKK ……!!!!

  25. Mas Andi Apakah saya Bisa mndapat kan Perkerjaan yang saya inginkan jika saya truss berusaha..?????

    Tapi saat ini saya Lage mngahadi lulus gaq lulus ….

    Mudah mudahan saya Lulus amin…

  26. @fahrul, amin kita doakan bersama-sama dengan pembaca blog lainnya

  27. hanya sebagian besar aja yang bisa bekerja di dunia pekerjaan,
    kalaw seperti saya yang tak mampu ini,gimana?
    dimana-mana bekerja selalu ada sogokan,ato pun orang dalam,kalo yang tak punya siapa-siapa?
    mau kembangkan bakat,hanya ilmu yang ada,untuk modal tidak ada,
    bagi saya ijazah sekolah sudah tidak ada arti nya lagi dan tidak ada harganya lg,karna setiap perusahaan selalu meminta jaminan BPKB kendaraan saja….
    saya memohon,n bukan juga untuk saya sendiri,mlainkan ribuan bahkan jutaan orang yang pengangguran,kapan negara ini berubah dari krisis lapangan pekerjaan….
    saya butuh solusinya pak…
    wassalam

  28. klo smk itu ingin melakukan kerja tetapi blum
    kuliaah dulu karena kbnyakan pemerbitahuan .
    nanti kita ketinggalan dengan yang masih muda.
    sebaik nya kita kerja dlu sambil kuliah bisa ga pa ????

  29. @Evha, Kerja sambil kuliah atau kuliah sambil kerja???? ha ha ha
    Jelas bisa dong…Asalkan bisa bagi waktu.
    Pekerjaan bagi orang kuliahan banyak lho, salah satunya nulis Blog ginian bisa jadi pekerjaan tambahan, jualan online, ngolah data…semua itu pekerjaan yang tdk banyak pakai tenaga. So yang penting bagi waktu

  30. fathiyah khairunnisa
    October 3rd, 2010 at 2:08 PM

    sebenernya waktu lulus SMP saya ingin mengambil sekolah lanjutan di SMK tetapi karena setelah saya cari dan pikirkan saya lebih suka melewati proses skolah yg penuh dengan bahasa karena setau saya SMA lebih banyak teori di banding praktek jadi saya lebih memilih melanjutkan ke SMA. emm menurut mas pilihan saya itu benar atau tidak?

  31. @fathiyah khairunnisa,
    coba Mbak pikirkan lagi cita2 pendidikan mBak? kalau memang mau lebih minat keilmuannya untuk bekal ke pendidikan tinggi…SMA lebih tepat.

  32. KALAU DARI SMK TELKOM KEMANA MASUKAN LAMARAN KERJANYA PAK?

    UNTUK PARA PENCARI KERJA SAYA PUNYA BLOG YANG DAPAT MEMBANTU MENDAPATKAN PEKERJAAN DI http://mudahdapatkerja.blogspot.com

  33. iya memang betul pak, saya juga merasakan sendiri perbedaannya. Kalau sekarang pemerintah lebih menyarankan masuk SMK agar siap menyongsong dunia kerja

  34. Pak Andi, boleh minta alamat emailnya?
    Saya Mahasiswa Comparative Education di Beijing dari Indonesia

    ~Terima Kasih~

  35. seberapa besarkah pengaruh lulusan kejuruan dengan perkembangan ekonomi negara kita?

  36. seberapa besarkah pengaruh ekonomi kita terhadap lulusan teknologi kejuruan atau smk?

Trackbacks/Pingbacks

  1. Yankee Candles Discount
  2. meilleur casino

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word