Dahulu mungkin rumah tangga yang menikmati aliran listrik adalah rumah tangga menengah atas. Listrik lebih banyak digunakan hanya sebagai penerangan saja. Tetapi sekarang keadaan sudah berubah, hampir sebagian alat rumah tangga dialiri listrik. Kebutuhan akan listrik sudah menjadi hal yang wajib di era yang makin maju.

Pada tahun 1993, pengguna listrik untuk 20% kelompok rumahtangga terkaya (Q5) adalah 83.1% sedangkan 20% kelompok termiskin (Q1) hanya 26% yang menikmati penerangan listrik. Ketimpangan yang sangat tinggi terjadi di tahun ini dalam hal akses ke listrik PLN. Tetapi tahun 2007, keadaan berubah total, ketimpangan ini makin kecil dimana 79% rumahtangga termiskin sudah menikmati listrik PLN, hampir 400% peningkatannya. Sedangkan untuk rumahtangga terkaya hanya meningkat tidak lebih 10% yaitu 95.5% rumahtangga golongan ini menikmatinya pada tahun 2007.

Mungkin ini salah satu komponen kemajuan dibidang penyediaan listrik terutama oleh pemerintah lewat PLN. Dengan makin mudahnya akses ke listrik, diharapkan bisa membantu dalam mempercepat kegiatan pembangunan bidang sosial yang ada. Semoga ke depan PLN bisa menyediakan listrik yang merata dan tentunya dengan tarif yang terjangkau.

Anda bisa mendapatkan data pendukung artikel ini disini

    Jika artikel ini menarik, kirim ke:
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Digg
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • Reddit
  • email
  • Print
  • PDF

Popularity: 4% [?]

  • Unique Post

Tags: , ,

5 Responses to “Kesenjangan Pengguna Listrik PLN berkurang”

  1. Wah,,terimaksih buat pengetahuannya pak, sangat berarti buat saya..
    SAya juga sdg buat skripsi ttg kesenjangan pendapatan mengenai RT yg mengenai listrik seperti ini pak,,klo bapak punya data2 pendukung bapak mngkn bisa di-share-kan ke saya pak,,saya masih memerlukan data2 yg berkaitan dgn hal ini.
    Atas bantuan bpk saya ucapkan terima kasih…
    Sukses selalu…

  2. @Tina,
    Saya punya data-data seperti yang di datasosek.blogspot.com, tapi jika ingin yang lain mungkin bisa dirinci kembali kebutuhannya.

  3. Terima kasih sudah mau berbagi dengan kami mengenai data pengguna listrik di Indonesia.
    Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
    Apakah dasar pengelompokan Q1 sampai Q5?
    Asumsi apa saja yg bapak gunakan dalam penelitian ini?
    Mungkin bapak jg bs menjelaskan, metode apa saja yg bapak gunakan dalam analisa ini? Tidak perlu detail kok pak.
    Terima kasih.
    Semoga sukses selalu.

  4. @Widyani, salam kenal dan terima kasih atas komentar dan kunjungannya.
    Dasar pengelompokan Q1 s/d Q5 adalah pengeluaran perkapita rumah tangga, Q1 20% rumahtangga dengan pengeluaran perkapita terkecil dan Q5 sebaliknya. Asumsi saya adalah listrik saat ini menjadi kebutuhan pokok masyarakat, jadi pengguna listrik tidak lagi terpengaruh dari segi kemiskinan penggunannya.
    Kalau metode sich dalam blog ini hanya ingin membandingkan trend tiap tahun saja.

Trackbacks/Pingbacks

  1. jeux casino

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word