Sekali lagi saya coba sumbangkan ide untuk topik ke-2 di ajang Creative Solution Awards. Walaupun pada tahap 1 topik Desa Pinter dengan ide kreatif tentang E-PAUD untuk Pendidikan Anak Usia Dini dan Sosialisasi kunci penting belum mendapatkan juara, untuk topik ke-2 ini target saya hanya cukup meramaikan saja siapa tahu dewan Juri atau pihak yang berkompeten bisa membacanya…minimal membaca itu sudah penghargaan bagi saya.
Topik ke-2 CSA kali ini tentang “Bagaimana strategi bisnis yang jitu dalam menghadapi serbuan produk China, setelah penerapan ACFTA (Asean-China Free Trade Agreement)?”. Kali ini ide saya sich simple, kita perkuat produk unggulan sendiri dengan perkuat asosiasi pengusaha yang beranggotakan pengusaha produk sejenis atau turunannya. Visi Asosiasi jelas yaitu saling kerja sama untuk melawan barang-barang luar (terutama China) yang masuk ke Indonesia.
Ide ini sudah dinominasikan CSA sehingga bisa dibaca di web CSA atau bagian bawah artikel ini. Kalau Anda ingin dukung ide saya ini silahkan saja vote via website atau kirim SMS vote dengan cara ketik CSAIDEA <spasi> 224 Kirim ke 9779. Berikut ini penjelasan lengkap ide saya.
Latar Belakang
Banyak pihak merasa kesepakatan perdagangan bebas ACFTA akan mengancam usaha dan industri di Indonesia. Produk dari China akan makin membanjiri perdagangan di Indonesia dengan harga lebih murah dan kualitas sama. Banyak pengusaha kecil yang bertahan apa adanya dengan konsumen apa adanya, hal ini karena kurangnya pembelajaran tentang metode pemasaran, peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi informasi dan kesulitan penyediaan modal usaha.
Indonesia mempunyai produk-produk yang bisa diandalkan untuk diadu dengan produk China. Produk-produk ini ternyata bisa bertahan karena sudah memiliki jaminan kualitas dan pasar dengan konsumen yang loyal. Indonesia mempunyai produk-produk yang unik yang belum digarap oleh negara lain.
Lingkup permasalahan
Pengusaha-pengusaha kecil sampai besar sepertinya hanya berjuang sendiri-sendiri untuk menghadapi produk China yang membanjiri daerahnya. Karena tidak saling mendukung inilah produk China lambat laun akan mudah melahap pasar lokal.
Sedangkan kita mempunyai produk unik yang China bisa bisa produksi, kalau produk tersebut tidak digarap serius maka bisa jadi dikemudian hari bisa dilahap juga.
Pemerintah kurang mempersiapkan pengusaha-pengusaha di Indonesia untuk menghadapi ACFTA ini. Sektor-sektor di Pemerintah tidak saling bersinergi untuk penguatan produk dalam negeri supaya lebih bersaing. Jaringan telekomunikasi masih terbatas dan belum stabil, infrastruktur internet hanya di kota-kota besar, sektor keuangan masih pelit memberikan kredit usaha kepada pengusaha kecil, belum ada sosialisasi perdagangan secara online kepada pengusaha-pengusaha produk unggulan di daerah.
Solusi
Perlu dibentuk Asosiasi Sentra Usaha/Industri Produk Unggulan yang berbasis lokal untuk menguatkan rasa mencintai produk unggulan daerah. Suatu Produk Unggulan biasanya dimiliki oleh suatu daerah tertentu dan mempunyai pasar yang jelas dan loyal. Pemerintah harus membentuk asosiasi produk di daerah tersebut, dan anggotanya adalah pengusaha yang mempunyai produk sejenis atau turunannya.
Setiap Asosiasi harus didukung dengan peningkatan cara pemasaran yang lebih maju terutama dengan pemanfaatan teknologi informasi modern seperti teknologi-teknologi berbasis internet.
Rencana Implementasi & Teknologi Pendukung
Membangun Sentra Produk Unggulan di Berbagai daerah menurut keunggulannya/kepopulerannya (Jangan hanya di Jakarta) di dukung oleh Asosiasi yang berisikan pengusaha yang mempunyai produk yang sejenis dan turunannya.
Ditiap-tiap Sentra Produk Unggulan dibangun International Trade Center (ITC) dengan didukung teknologi informasi seperti:
- Website/Portal Produk-Produk Unggulan sekaligus sebagai e-Store dimana seluruh anggota asosiasi bisa memajang produknya dan sekaligus melayani order produk baik nasional maupun international. Dilengkapi juga metode-metode pembayaran online yang umum di dunia Internet dengan dukungan Bank-Bank lokal yang mempermudah pembayaran maupun pencairan dana dari pembayaran elektronik.
- Pembangunan Customer Support (CS) untuk masing-masing ITC akan mempermudah hubungan antara pembeli dan penjual. Pemanfaatan jaringan internet untuk layanan suara seperti VOIP, Skype, Gtalk atau chating sudah sangat mencukupi dalam komunikasi 2 arah.
- Forum antar anggota asosiasi juga harus dikembangkan, baik secara offline maupun online seperti forum di website/portal maupun teleconference antar anggota asosiasi. Sangat berguna untuk memperkuat ikatan untuk menghadapi acaman produk China maupun untuk peningkatan mutu produk.
- Setiap ITC wajib mengadakan exhibition/pameran poduk baik di daerah dimana asosiasi itu berpusat (untuk lebih meningkatkan kecintaan penduduk sekitar dengan produk sendiri) dan di kota-kota besar (untuk membuka jaringan dengan daerah lain maupun dengan pembeli dari luar negeri). Dengan menerapkan teknologi Digital Signage akan membuat eksebisi/pameran ini lebih hidup dan memberikan informasi yang lengkap tentang produk. Dengan menerapkan teknologi SmartCarf bisa mempermudah pembayaran ditempat pameran.
- Peran Pemerintah adalah mendukung asosiasi-asosiasi (ITC) baik dalam hal kemudahan pendanaan usaha, fasilitas internet, kemudahan perbankan, penyediaan informasi pasar via SMS kepada anggota asosiasi, menfasilitasi eksebisi/pameran oleh para asosiasi/ITC baik di daerah, pusat maupun di luar negeri. Seluruh dukungan ini harus berasal dari berbagai kementerian yang saling bekerja sama.
*** Dukung Ide ini dengan kirim SMS vote dengan cara ketik CSAIDEA <spasi> 224 Kirim ke 9779 ***
Popularity: 4% [?]
- Unique Post
Tags: ACFTA, asosiasi pengusaha, ide kreatif, produk china, produk unggulan












One Response to “Ide Kreatif untuk Menghadapi ACFTA”
Trackbacks/Pingbacks
Leave a Reply