Saya hampir tiap hari melewati perlintasan rel KA Volvo Pasar Minggu, tepatnya di belakang showroom mobil Volvo (mobilindo). Berbagai pengalaman dan peristiwa sering saya alami disini, mulai dari kecelakaan besar yang melibatkan Kereta Listrik (KRL) Bogor-Jakarta dengan mobil/motor, jatuhnya motor diatas perlintasan ini atau hanya sekedar motor selip. Saya sendiri malah sering mengalami kejadian selip ini terlebih-lebih jika hujan turun.
Setiap pengguna jalan harus ekstra hati-hati jika melintasi rel KRL ini, karena bebera hal, anatara lain:
- Jalan sempit lalu lintas padat. Jalan ini adalah alternatif pengguna jalan yang ingin menghindari macetnya jalan Pasar Minggu Raya – Kalibata – Pancoran, sehingga sangat padat jika jam berangkat/pulang kerja. Tetapi jalan ini termasuk sempit ditambah dengan adanya pemisah jalan yang permanen sejak volvo sampai dengan Badan Intelejen Negara (BIN). Setiap arah cukup untuk 1 mobil dan sisanya untuk motor/sepeda. Jika macet, maka motor pasti mengambil jalur berlawanan untuk cepat sampai di perlintasan KRL sehingga bukan tertib yang diperoleh tetapi kemacetan total yang sering didapat karena bertumpuknya motor di dekat perlintasan KA dari arah berlawanan.
- Perlintasan rel ini mempunyai sudut miring dengan rel KA, sehingga pengendara motor yang tidak menyadari selalu selip di atas rel. Untuk itu motor harus memotong rel ini secara tegak lurus, tetapi dalam kondisi macet, hal ini tidak memungkinkan. Kejadian selip yang makin memperparah kemacetan, terutama jika hujan turun.
Menurut saya pemecahan masalah ini adalah pelebaran jalan walaupun hal ini butuh biaya besar karena pembebasan tanahnya pasti punya kendala besar karena tanah dipinggir rel mungkin hanya bisa 1 meter. Disisi lainnya, trotoar harus digusur diganti dengan sebagian tanah BIN. Pembangunan jalan layang, tidak memungkinkan karena lintasan ini terlalu dekat dengan persimpangan jalan raya Pasar Minggu, bisa-bisa turunannya sangat curam! Mungkin underpass lebih cocok tetapi sekali lagi butuh pelebaran jalan. Sepertinya Pemda Jakarta Selatan harus memikirkan solusi bagi lintasan ini karena tingkat bahaya lintasan ini terbilang tinggi. Efek kemacetan juga berimbas ke jalan raya Pasar Minggu. Semoga kedepan ada perbaikan di lintasan ini.
Popularity: 8% [?]
- Artikel yang berhubungan
- Penyebab Menurunnya Permukaan Tanah di DKI Jakarta (100%)
Tags: jakarta, KRL, motor, transportasi













November 24th, 2008 at 1:45 PM
wah bener ndi…di sini banyak motor jatuh krn slip waktu hujan. Ini sama kejadiannya dengan lintasan rel di purwosari ndi, nah pas di depan ex Hero Slamet Riyadi ada rel yg melintang…wah banyak tuh yg jatuh di situ…
eh bukan maksud gue ngingetin tentang Solo lho….
November 24th, 2008 at 3:07 PM
Bener Ndu! Di Solo juga ada tuch rel yang seperti itu, palagi yang di Slamer Riyadi, ngak ada palang, jalan lebar, nggak ada tanjakan atau apa. Kalau biker meleng dikit aja udah dech mencelat sampai RS Kasih Ibu! Malah deket kan he..he..!