Hampir tiap minggu saya melewati jembatan penyebarangan di depan Gedung Alumni IPB Bogor di dekat terminal Baranangsiang. Sebagai pejalan kaki yang patuh saya selalu usahakan untuk memanfaatkan jembatan tersebut walaupun kondisi tangganya terlalu kecil, licin jika hujan, sudut kemiringannya juga curam dan ada satu lagi yang manjadi pusat perhatian, banyaknya pengemis ibu-ibu dengan anak-anaknya yang duduk di tangga maupun di jembatan untuk mendapatkan rejeki dari pejalan kaki.

Saya sendiri sangat miris melihat kondisi mereka, ada yang duduk sambil menyodorkan kaleng/plastik sambil mengendong bayi yang tidur dengan suara bising lalulintas dibawahnya, anak-anaknya berlarian seolah-olah jembatan itu sebagai taman bermainnya, malah ada ibu-ibu yang tertidur dan yang menyedihkan lagi saya pernah lihat mereka meringkuk dengan badan menggigil/gemetaran dengan badan ditutup dengan sarung/kain seluruh badan.

Secara naluri saya ingin memberikan uang receh kepada mereka untuk sekedar meringankan beban hidup mereka, tetapi kadang-kadang saya menyalahkan mereka, kenapa harus disini ditempat umum yang pengguna fasilitas jembatan ini ingin sebuah kenyamanan. Jika saya atau orang lain sering memberikan uang disini, berarti mereka akan beranggapan disinilah sumber pengahasilannya tidak peduli fungsi tempat itu bagi orang lain. Mereka sudah siap menghadapi hinaan, cacian, atau kekerasan oleh pejalan kaki atau aparat, itu semua adalah konsekuensi mereka terjun jadi pengemis.

Saya tidak akan menyakinkan Anda untuk tidak memberikan uang kepada pengemis jalanan kemudian meminta Anda untuk menyelurkan bantuan ke tempat yang sesuai. Tetapi juga tidak meminta Anda untuk memberikan uang langsung kepada Mereka. Yang saya ingatkan adalah apapun yang Anda lakukan untuk Pengemis jalanan, akibatnya tidak sesederhana yang Anda pikirkan.

Check out my other photos

    Jika artikel ini menarik, kirim ke:
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Digg
  • del.icio.us
  • LinkedIn
  • Technorati
  • Yahoo! Bookmarks
  • Reddit
  • email
  • Print
  • PDF

Popularity: 12% [?]

Tags: , ,

4 Responses to “Dilema Memberi Uang kepada Pengemis Jalanan”

  1. iya pak benar, saya juga sering dilema dengan para pengemis itu. ini salah siapa ya? kan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara :D . tapi susah juga sih, mentalnya sudah meminta². mereka pikir begitu saja sudah dapat duit buat apa kerja keras. pengemis memang masalah dunia. dinegara manapun pasti ada pengemis, dari negara miskin sampai negara paling kaya juga pengemis tetap ada. biar seimbang kali ya? :D

  2. Yang seperti itu yang musti dipelihara negara lewat panti2 sosial, walaupun mereka dikasih-kasih bantuan terus yang penting tidak turun ke jalan! Donatur pun musti disalurkan ke panti2 tsb bukan langsung di jalan. Syukur2 mereka bisa diperdayakan sehingga bisa mandiri. Ini pemikiran idealnya lho :). Prakteknya…tergantung orang-orang kita saja!

  3. emang dilema pengemis ini, apalagi mereka ini sudah masuk dalam sindikat yang terorganisir..

Trackbacks/Pingbacks

  1. Boat Sales

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word