Dalam beberapa artikel blog ini sering disinggung tentang quintile/kuintile. Beberapa tabel dan grafik sering ditunjukan perbedaan antar quintile. Sering disebutkan bahwa Quintile ke-1 (Q1) adalah 20% penduduk termiskin sedangkan Q5 adalah 20% penduduk terkaya.
Data-data sosial di Indonesia yang berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) , mengukur kesejahteraan [...]
Lanjutkan baca tentang Pendekatan Quintile untuk Analisa Kemiskinan
Pendapatan merupakan salah satu ukuran kesejahteraan penduduk, walaupun besarannya relatif. Karena sifat relatif inilah data pendapatan sulit diperoleh. Di Indonesia, data pendapatan penduduk di dekati dengan data pengeluaran/konsumsi rumah tangga. Data pengeluaran biasanya dikumpulkan tiap tahun lewat Susenas Kor dan Susenas Modul Konsumsi tiap tiga tahun sekali.
Rasio Gini adalah salah satu ukuran ketimpangan pendapatan penduduk [...]
Lanjutkan baca tentang Gini Ratio dan Keakuratan Data Pengeluaran Susenas
Cellphone atau yang sering disebut handphone (HP) saat ini sudah seperti kebutuhan primer saja. Sehingga kita bisa melihat banyak rumah tangga yang sekarang mempunyai handphone, tidak hanya orang tua yang memilikinya tetapi anak-anak sampai pembantu rumah tangga pun juga memilikinya. Hal ini dimungkinkan karena makin murahnya harga HP di pasaran dan juga tarif selular yang [...]
Lanjutkan baca tentang Pertumbuhan Rumahtangga Miskin Pengguna Handphone Meningkat 500%
Hampir tiap minggu saya melewati jembatan penyebarangan di depan Gedung Alumni IPB Bogor di dekat terminal Baranangsiang. Sebagai pejalan kaki yang patuh saya selalu usahakan untuk memanfaatkan jembatan tersebut walaupun kondisi tangganya terlalu kecil, licin jika hujan, sudut kemiringannya juga curam dan ada satu lagi yang manjadi pusat perhatian, banyaknya pengemis ibu-ibu dengan anak-anaknya yang [...]
Lanjutkan baca tentang Dilema Memberi Uang kepada Pengemis Jalanan
Artikel ini adalah kelanjutan dari analisa penerima BLT sebelumnya. Seperti halnya BLT fasilitas kesehatan gratis ini makin gencar diberikan setelah adanya kenaikan harga BBM karena pencabutan subsidi BBM oleh Pemerintah.
Data dan metode yang digunakan sama dengan analisa penerima BLT di artikle sebelumnya. Termasuk peubah bebas yang digunakan dalam regresi logistik. Hanya peubah responya saja yang [...]
Lanjutkan baca tentang Fasilitas Kesehatan Gratis untuk si Miskin kah?
Studi tentang BLT ini sebenarnya merupakan salah satu tugas pekerjaan rumah untuk analisa data katagorik di kuliah saya. Jadi dengan keterbatasan waktu dan kepentingan, mungkin studi ini bukan suatu hal yang serius tetapi saya menjamin seluruh proses penghitungan dan metode analisa yang digunakan cukup valid termasuk sumber datanya. Artikel ini juga merupakan pengembangan artikel [...]
Lanjutkan baca tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) Sudah Tepat Sasaran, Kah?
Setelah melihat artikel tentang blt sebelumnya, artikel ini adalah salah satu pelengkapnya. Dari artikel sebelumnya diketahui bahwa rumah tangga (RT) penerima BLT di perkotaan sebesar 16.9% dan pedesaan 35.5% (lihat grafik) sehingga RT di pedesaan ternyata lebih banyak menikmati BLT ini dari pada RT di perkotaan, hal ini sesuai karena sebagian besar RT miskin di [...]
Tanggal 24 Mei 2008, Pemerintah mulai menerapkan harga baru BBM mulai minyak tanah, solar dan premium. Pemerintah “terpaksa” untuk menaikan BBM ini karena salah satu alasannya adalah harga minyak dunia yang semakin melejit. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kenaikan BBM ini, juga diikuti dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai konpensasi dari kenaikan ini.
Susenas 2006 ternyata mengukur [...]
Lanjutkan baca tentang Bantuan Langsung Tunai, Siapa yang menerima?
Seperti definisi rumah tangga (RT) miskin pada tulisan sebelumnya, bahwa RT miskin adalah rumah tangga yang mempunyai jaminan atau surat-surat yang menunjukan dia miskin atau juga RT yang membeli beras raskin (yang diperuntukan untuk orang miskin).
Dari pengolahan data dari SUSENAS 2005, kita bisa melihat gambaran RT miskin secara nasional dengan perbedaan perkotaan dan pedesaan, [...]
Lanjutkan baca tentang Rumah Tangga ’Miskin’ di NTT Mendekati 80%
Penentuan kriteria miskin untuk penduduk atau rumah tangga sangat beragam caranya. BPS biasanya menggunakan garis kemiskinan yang mengukur kemampuan pemenuhan kebutuhan dasar. Dari data Susenas 2005, penulis ingin melihat kriteria rumah tangga miskin dari sudut lain berdasarkan data yang tersedia. Penulis mengasumsikan bahwa rumah tangga yang miskin dihuni oleh penduduk yang miskin juga. Rumah tangga [...]
Lanjutkan baca tentang Sisi Lain Rumah Tangga Miskin Indonesia













Komentar Terbaru